Semalem semua stasiun televisi di Indonesia atau mungkin di dunia menyiarkan acara pelantikan Presiden ke -44 Amerika Serikat. Apakah hal tersebut tidak berlebihan???
kok menurut saya hal tersebut terlalu berlebihan yakkk, mengapa hal yang ada di negeri orang terlalu digembor2 kan, saya malah lebih setuju jika yang diberitakan adalah tentang Palestina atau situasi dalam negeri yang sedang goyah ini. Hal apakah yang terjadi??? apakah ini merupakan sebuah strategi marketing untuk meningkatkan rating progran mereka??
Balik lagi ke judul. Banyak orang berharap lebih pada Obama dalam melakukan kebijakan luar negerinya, namun apakah semua harapan itu akan terwujud??? beberapa saat yang lalu saya membaca berita di detik.com bahwa Presiden Rusia berkata jangan terlalu berharap lebih dengan Obama, menurut saya pernyataan tersebut tidak berlebihan karena walaupun Obama mempunyai kemauan apakah sistem yang mendukung di sekitarnya akan mendukung??
Kejadian serupa telah terjadi di Indonesia, saat Gus Dur menjadi Presiden di Indonesia. Lepas dari subyektifitas, bisa dikatakan Gus Dur termasuk Presiden yang “baik”. Namun dengan segala kebijakan beliau yang berkaitan dengan pemberantasan korupsi, politik luar negeri atau kebijakan yang lain yang berkesan frontal dan banyak orang yang terancam dengan kebijakan maka kebijakan dan posisi beliau lebih mudah di goyang. Tidak bisa dipungkiri jika pada saat itu sistem yang mendukung beliau (baca Gus Dur) adalah sebuah sistem yang terancam dengan segala kebijakan beliau. oleh karena itu lebih mudah beliau digoyah dengan segala cara, mulai dari skandal buloggate dan lain sebagainya.
Saya takut tidak lama lagi Obama juga akan mengalami hal tersebut jika dia ingin melakukan kebijakan yang jauh berbeda dengan kebijakan pendahulunya. jadi jangan terlalu berharap berlebih pada Obama untuk merubah kebijakan dengan yang banyak orang inginkan.




