Posted by: camolate | December 30, 2008

Kisah ku. Mungkin ini benar mungkin ini salah. Semua kulakukan hanya untuk dirinya, hanya untuk rasa sayang ku padanya

Huff akhirnya sampe juga pada tahapan hidup ini. Yaitu sebuah tahap dimana aku merasa sendiri dalam menjalani hidup ini. Aku gak tau kenapa semua oranp yang aku anggap sayang sama aku perlahan-lahan meninggalkan aku. Tak terkecuali seseorang yang telah mewarnai hidup selama beberapa bulan terakhir. Pertanda apakah ini aku gak tau, semoga tidak terjadi hal-hal yang buruk pada kehidupan ku.

Berawal dari rasa capek yang mendalam setelah beperjalanan dari Jatim ke Jabar tempat kerja dan kuliah q. sesampainya di Bandung, aku langsung ngantor karena memang lagi tidak cuti n lagi banyak banget pekerjaan yang sudah deatline aku ngebut tugas-tugas kantor dan kenapa semakin aku rasakan perasaan itu semakin dalam kurasakan. Sebuah perasaan sendiri, sendiri tanpa seseorang pun yang menemani.

Seseorang yang telah mewarnai hidup ku selama ini pun berkata jika dia sepertinya sudah tidak mau kembali lagi ke Bandung untuk melanjutkan belajarnya. Dia sudah tidak mau lagi bertemu orang-orang yang selama ini telah menekan hidupnya, yaitu teman-teman kuliahnya. Memang sih, mungkin pendapat itu benar, namun setelah aku telaah untuk beberapa saat apa yang sebnarnya terjadi. Pendapat itu salah. Beberapa temannya memang terkesan menekan dia, tapi sesungguhnya bagi ku itu bukan merupakan tekanan, tapi wujud rasa sayang yang mungkin agak sedikit berlebih. Tapi aku yakin semua memang karena rasa sayang kepada seorang sahabat. Hal ini karena mereka, yaitu teman-temannya memang mengikatkan kepada dia untuk lebih rajin kuliah karena memang seseorang yang telah mewarnai kehidupan ku tersebut sudah ketinggalan kuliah cukup jauh. Namun apa yang terjadi?? malah dia menganggap kalau teman-temannya sudah menekan dia. Dia berdalih jika dia seperti ini karena memang fisiknya lemah, untuk alasan ini memang tidak bisa dipungkiri. Memang fisiknya lemah namun terkadang apa yang dia lakukan untuk menjaga kebugaran fisiknya itu sudah terlalu. Dia menjadi cenderung malas dan memanjakan dirinya. Setiap aku ingatkan untuk lebih rajin kuliah atau berbicara yang menyinggung soal perkuliahan pasti dia langsung marah dan terjadilah pertangkaran diantara kami. Aku g tau kenapa dia begini. Pasti dia berkata, aku tidak menerima dia apa adanya. Dan aku pun berusaha berbicara kepadanya dengan cara yang lebih halus dan tidak ada tanggapan bahakan sampe sekarang pun dia tidak pernah memberi kabar kepada ku. Setiap aku hubungi selalu tidak ada jawaban. Jujur aku takut banget kehilangan dia, karena aku sayang banget sama dia. Dan untuk itu aku sengaja membiarkan dia bertindak sesukanya. Mungkin ini suatu tindakan yang salah. Namun aku akan tetap berusaha untuk mengubah dia secara pelan-pelan walaupun aku harus banyak berkorban untuk itu. Banyak mengorbankan kehidupan q.

semoga dia segera menghubungi ku dan semoga semuanya akan tetap baik-baik saja. Karena dia orang yang sangat berarti dalam hidup ku.


Responses

  1. prikitiuw…

    :D


Leave a response

Your response:

Categories