Sudah menjadi sebuah fenomena (saya menyebutnya begitu) bahwa seorang cewek yang dulunya saat SMA tidak menggunakan jilbab pada saat perkuliahan mereka beramai2 menggunakannya. Entah motivasi apa yang mendorong hal tersebut tapi satu hal yang pasti dari semua itu ada sebuah garis merah yang juga mengikuti fenomena tersebut. Yaitu fenomena maraknya Pornografi (pada uraian ini saya lebih menguraikan cewek, maaf jika sedikit menyinggung) entah itu dilakukan oleh para cowol atau cewek. Namun satu hal yang paling terlihat sekarang ini adalah maraknya cewek yang secara lahir dia berjilbab namun secara hati tidaklah begitu. Sekarang ini lihat saja diinternet, tinggal search ” Cewek berjilbab atau jilbab” banyak sekali hasil search tersebut yang bermuatan pada pornografi.
Langsung aja ah, gw g biasa ngurai banyak2. Kenapa sekarang ini cenderung Jilbab digunakan hanya sebagai model yang bersifat untuk menambah kecantikan saja, yha secara kasat mata biar tambah cantik aja (walopun saya yakin banayak yang tidak begitu). Mengapa mereka tidak menjilbabi hati dan tingkah laku mereka terlebih dahulu sebelum menjilbabi lahir mereka atau badan mereka?? itulah sebuah pertanyaan ironi yang menunjukkan realita sekarang ini.
Salah satu kasus yang sesuai uraian saya adalah si “Inem” yang sebelumnya berjilbab sekarang ditangggalkannya dengan alasan wat seru2an (saya dapat dari blog laen). Apakah arti dari pertanyaan itu?? yha menurut saya pribadi mereka (oknum) menganggap bahwa jilbab hanya untuk penambah hiasan atau penutup cacat agar dia terlihat lebih cantik (walopun saya sebenarnya suka ce cakep, g muna2 an) saja. so esensi awal dari sebuah jilbab tidak terkandung dalam dirinya.
Kasus lain adalah maraknya para cewek yang sekarang ini berjilbab (terutama saya lihat di daerah kampus) tapi dari segi pakaian sama sekali tidak mencerminkan hal itu. Bagaimana tidak, mereka berjilbab namun pakaian yang mereka kenakan sangat ketat sekali sehingga menonjolkan bagian2 tubuh mereka secara jelas. So apakah esensi digunakannya jilbab terkandung pada mereka?? Saya bukan pengikut FPI tapi saya juga bukan pengikut aliran2 g jelas laennya. Satu hal yang menjadi alasan saya menulis ini, yaitu yha sesuaikanlah anda para “Jilbabers” dalam berbusana. Sesuaikan dengan apa yang anda kenakan (jilbab).
Ada beberapa fakta menarik yang saya temui setelah saya ngobrol atau melihat2 temen2 saya. Yang pertama adalah ada seorang teman yang dia bertanya2 pada teman2 disekitarnya “Aku pantes g sih pake jilbab?, kalo pantes ntar saya pake jilbab, tapi klo tidak yha tidak”. So apakah arti pernyataan itu?? pembaca bisa menilai sendiri.
Fakta yang kedua. Malem2 sekitar jam 3 pagi (eh ud pagi yha) sehabis maen futsal saya dan temen2 saya belom tidur sekalian nunggu shubuh. Dan ngrumpi lah kami, dan anda tau sendiri lah klo co lagi ngrumpi apa yang dirumpiin. Pasti soal cewek kan. Dalam rumpian tersebut salah seorang teman saya bercerita (pendek aj, n langsung aj yakk) klo ada temennya yang pacaran dengan orang yang berjilbab (cakep sich orangnya) yha orang tersebut seneng banget dapet cewek berjilbab dan setelah beberapa lama baru diketahui fakta besar yaitu “Bagian atas iye berkerudung, tapi bagian bawahnya pasar” (wat art para pembaca bisa kira2 sendiri. So apakah arti dari hal tersebut???
Sudah selayaknya sekarang ini kembali digali dan dipahami esensi dari penggunaan jilbab tersebut, jangan cuma gaya atau ikut2n. dan janganlah menggunakan jilbab secara berlebihan (jadi kek batman). Ud ah g bisa nulis lagi gw,emang g bakat nulis.Hehehehe. maap aja yhe klo ada yang salah ato berlebihan. Tapi itu semua kenyataan yang gw dapet dari perjalanan hidup yang gw dapet slama ini.





jilbab merupakan kewajiban bagi setiap muslimah. Alasan apapun maka jilbab sebagai esensi untuk menutup aurat harus mutlak dilakukan dengan terpaksa ato tidak. tapi sekarang ini sebagian besar, kaum muslimah tidak memahami jilbab itu sendiri. sehingga mereka makai jilbab, tapi padahal itu bukan jilbab. karena dalam syariat islam telah banyak dijelaskan tentang pakaian yang harus dipakai seorang muslimah ketika ke luar rumah.
By: hadi on April 27, 2008
at 11:30 am
saya juga sepakat denga pa yg anda ungkapkan. sekarang ni jilbab bukan selagi menjadi suatu identitas bahwa dia adalah muslimah, akan tetapi mereka lebih cenderung menjadikan jilbab sebagai mode. sekarang kita tanyakan kembali apa makna jilbab yg sesungguhnya, penutup ataukah pembungkus?????
sangat jarang perempuan yg mengerti apa makna jilbab yg sesungguhnya.
By: ziva on May 14, 2008
at 3:22 am
tp kekna klo d kampuz kita kostumnya masih wajar kok
oahemmmm
By: asri on January 8, 2009
at 3:14 am
yupz, menurutku jilbab adalah sebuah pilihan, apakah dari hati karena Alloh ataukah hanya karena fasion aja…
By: ney on May 5, 2009
at 12:08 am
ini neini kunti bukan yakk??? maap klo salah orang cuma memastikan saja
By: camolate on May 5, 2009
at 12:23 am
Berjilbab bukan masalah prioritas. Hati harus dibenahi dulu baru berjilbab, bukan begitu. Jilbab tetaplah kewajiban bagi wanita yang mengaku muslimah, terlepas siap tidak siap . Lihat juga motivasi seeorang untuk berjilbab.
Silakan baca tulisan saya yang berkaitan dengan hal ini
http://muhamadilyas.wordpress.com/2009/07/01/mana-yang-lebih-baik-berjilbab-tetapi-berakhlak-buruk-atau-tidak-berjilbab-tetapi-berakhlak-baik/
Terima kasih
By: ilyas on June 30, 2009
at 11:42 pm
Bedakan antara penutup kepala dengan Jilbab. Jilbab yang disebut-sebut sebagai jilbab gaul sesungguhnya bukanlah jilbab.
Silahkan cari ilmu bagaimana jilbab yang sesuai dengan syariat.
Berilmulah sebelum beramal.
Wallahu ‘alam
By: ilyas on June 30, 2009
at 11:44 pm
tumben omonganmu rodo bener, don?
By: mak bdunduk on August 19, 2009
at 7:27 pm