Posted by: camolate | April 8, 2008

Bagaimanakah Perkembangan Dunia Telekomunikasi Kita ke Depannya??

Sudah menjadi rahasia umum jika perkembangan Telekomunikasi kita selepas era milenium berkembang cepat sekali. Bahkan Indonesia dijadikan sebagai negara yang dipuja2 oleh pihak asing dalam hal investasi Telekomunikasi. Hal tersebut terbukkti dengan masuknya Temasek Group yang menguasai Indosat dan Telkomsel, three, XL yang dikuasai investor Malaysia dan baru2 ini NTS. Sebenarnya apa yang menjadi promadona mereka dalam berinvestasi di Indonesia?? Pola hidup yang konsumtif ataukah tarif telekomunikasi yang mahal dengan kualitas yang seadanya??

Sungguh menjadi tanda tanya besar di dalam benak saya, mengapa Indonesia yang notabene mempunyai luas geografis yang luas dan beraneka ragam menjadi primadona dalam investasi bisnis telekomunikasi. Dan sudah menjadi rahasia publik pula jika dengan letak geografis yang luas sangat mempengaruhi nilai investasi yang ditanamkan. Sungguh sebuah perjudian besar menurut saya, tapi perlu kita kaji kembali mengapa mereka (investor) melakukan hal tersebut. Mereka bukan bisnisman amatir yang baru lahir kemaren sore, mereka bisnisman handal dalam kancah bidang Telekomunikasi. Salah satu yang menjadi sorotan saya adalah nilai Return Investmen yang cukup cepat. Entah faktor tersebut berasal dari pola hidup masyarakat kita atau adanya tarif yang mahal sehingga pengembalian nilai investasi tidak memerlukan waktu yang lama.

Salah satu fakta yang ada sekarang ini adalah tarif telekomunikasi di Indonesia sangat mahal dibanding dengan negara2 sekitar (Mungkin inilah faktor penarik investasinya). Namun, jangan tanya soal kualitas. Sangat jauh dibawah harapan. Dimana seharusnya dengan biaya jasa seperti itu kualitas telekomunikasi yang didapat konsumen harusnya setara dengan apa yang telah mereka bayar. Kemanakah kau YLKI dalam masalah ini?? Namun menurut saya sudah terlalu lama jika kita menunggu YLKI bergerak. Karena hal tersebut (melindungi konsumen daam hal tarif) secara tidak langsung telah dilakukan oleh pemerintah melalui Depkominfo-nya, yaitu dengan melakukan pemotongan tarif interkoneksi, transparansi dan rasionalisasi tarif (ini yang susah). Sehingga akhir2 ini banyak sekali penurunan tarif terutama setelah 1 April kemarin. Mulai dari XL dengan Rp 600 sampe puas, IM3 dengan RP 0.0000000000…1 detiknya, Mentari dengan gratis menit pertamanya, As dengan gratis x menitnya. dan masih banyak lagi contohnya yang mana tarif mereka sudah mendekati tarif CDMA yang sebelumnya telah ada. Tapi akan bertahan lama kah persaingan seperti ini. Suatu persaingan dengan tema Telekomunikasi saya yakin suatu saat akan mencapai titik jenuh juga (yha iyalah bosen potongan tarif mulu, g ada strategi market yang laen) dan akankah pada saat itu akan berkembang pola telekomunikasi baru (ud lama sich, tp wat awam baru lhow) dengan nama “Voip”?? suatu harapan yang seharusnya bisa terwujud. Karena sekarang ini pun sudah ada komunitas voip tersebut (voip rakyat) yang sudah mencapai target bicara mereka (berapa ribu menit saya lupa). Namun memang dari segi pendukung Voip pun masih sulit untuk didapatkan sekarang ini (internet aja lemot), tapi akankah pemerintah akan mendukung hal tersebut?? Pastinya iyha, dikomersilkan kah?? Pastinya iyha. So Bagaimana Perkembangan Dunia Telekomunikasi Kita ke Depannya??


Leave a response

Your response:

Categories